Kenaikan BBM dan Program BLT
PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) PROGRAM PEMERINTAH YANG TIDAK MENDEWASAKAN
Oleh : Tony Pangaribuan.SE
Seperti pungguk merindukan bulan,itulah yang terjadi di negeri kita tercinta ini,negeri yang diharapkan oleh masyarakatnya akan maju setelah mengalami masa demokrasi terbuka,berbagai masalah dihadapi silih berganti sperti tak ada masalah yang tak hinggap di Indonesia,belum selesai satu masalah datang lagi masalah yang membuat masyarakat harus berteriak,yang terbaru adalah keputusan pemerintah yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak,disebabkan harga minyak dunia yang melonjak tinggi.
Menanggapi masalah ini pemerintah sedang merancang strategi agar ini tidak memberatkan masyarakat, bagi saya pribadi mungkinkah ini bisa sesuai rencana pemerintah??? Saya pesimis….
Tanggal 7 Mei 2008 saya menonton berita di RCTI ,ada sebuah berita yang cukup membuat saya sangat menarik diperhatikan,yaitu masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT),dalam menanggapi akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak pemerintah akan lebih menggiatkan kembali Bantuan Langsung Tunai,saya adalah orang yang dari awal sangat tidak mendukung Program ini (maaf secara jujur saya membenci ini),kenapa demikian ? karena saya menganggap Program bantuan langsung Tunai adalah Program yang tidak mendidik masyarakat,program ini adalah program dimana masyarakat akan selalu berharap banyak setiap bulannya kepada BLT ini,tidak hanya itu BLT pada terdahulu sudah cukup memakan korban manusia karena ketidakteraturan system pelaksanaannya,walaupun dalam kesempatan tersebut pemerintah mengatakan tetap akan mengkaji ulang system yang dilaksanakan akan benar-benar sampai kemasyarakat yang membutuhkan.
Kenaikan Program BLT pada tahun 2008 ini akan disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (Berita RCTI 7 Mei 2008) menurut pendapat saya kenaikan berapa Persen (%) pun pada BLT bukan sesuatu jalan terbaik,yang perlu saya yakinkan pemerintah adalah System pelaksanaan BLT tidak akan berjalan dengan baik jika perangkat hukumnya tidak tertata dengan baik,sangat besar kemungkinan penyelewengan akan terjadi disini dan apakah pemerintah sudah mendapatkan data yang akurat untuk menjalankan Program BLT ini,saya rasa belum (perkiraan saya) pasti pemerintah akan memakai data terdahulu untuk mematok berapa juta orang yang akan mendapatkan Program BLT, yang saya sayangkan disini adalah pemerintah tidak memilah-milah siapa saja yang benar-benar berhak mendapatkan program BLT,dalam artian saya berpendapat pemerintah harus membuat sebuah kebijakan mengkalisifikasikan orang-orang yang benar-benar berhak mendapatkan BLT seperti :
1. Kelompok Usia : A. Usia Produktif B. Usia Tidak Produktif
Saya menglasifikasikan usia karena banyak yang usia produktif mendapatkan Program BLT dan ini adalah sebuah
kesalahan yang harus dibayar pemerintah karena telah menciptakan sesorang yang usia produktif menjadi mental Pengemis.
2. Kelompok Penghasilan Keluarga (Penghasilan Kecil)
Kelompok ini adalah kelompok yang berhak mendapatkan BLT karena penghasilan yang minim (kecil), kenapa kelompok ini
juga harus diperhatikan, karena saya beranggapan, kenaikan BBM akan sangat berpengaruh kepada harga 9 (Sembilan)
Bahan Pokok
Mungkin banyak lagi kelompok-kelompok yang harus di buat pemerintah agar BLT dapat tersalurkan dengan Baik,jangan hanya memikirkan melaksanakan BLT saja,saya tidak meragukan para ahli-ahli dibelakang pemerintah yang menjalankan Program ini,namun saya hanya ingin memberi pendapat saja agar ini bukan sesuatu yang akan menjadi boomerang bagimemerintah sendiri, karena tidak terlaksanya system BLT yang baik.
Saya berharap BLT bukan suatu Program yang hanya sekedar dijalankan untuk meninabobokan masyarakat agar tidak berteriak karena kenaikan BBM dan bahan pokok,namun saya hanya ingin agar pemerintah menciptakan program yang langsung mengena ke Peningkatan Ekonomi Rakyat,Bertanyalah kepada Petani apa yang dibutuhkan mereka secara murah, bertanyalah kepada Buruh-buruh apa yang diiginkan mereka, bertanyalah kepada Tukang Becak dan lainnya baru kita bisa tahu apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia pada umumnya,jangan memakai asumsi saja tanpa terjun kelapangan melihat dan mendengar dari kaum yang sudah bekerja keras namun belum maju dalam kehidupan seperti orang-orang yang saya sebut diatas. (Bersambung)







Discussion Area - Leave a Comment