Pembangunan Di Kalimantan Tengah
YANG KAYA YANG TERLUPAKAN
(Pembangunan Kalimantan Tengah Yang Terlambat)
Oleh : Tony.B.C.Pangaribuan.SE
Central Of Borneo itulah orang luar Indonesia menyebutnya,sebuah propinsi di pulau Kalimantan yang memiliki luas daerah terbesar ke 3 (Tiga) di Indonesia,dengan Hutannya yang Luas dan hasil alam yang berlimpah sudah seharusnya Kalimantan tengah menjadi daerah yang boleh dikatakan berkembang pesat.Dalam kenyataannya perkembangan Kalimantan Tengah boleh saya katakan paling tertinggal dari daerah lain,kekayaannya yang selama ini telah diambil dengan sebesar-besarnya ternyata tidak mendapatkan nilai positif bagi pembangunan Kalimatan Tengah dan penduduk Kalimantan Tengah,hutan yang sudah mulai rusak oleh mega proyek 1 juta hectare pada masa orde baru menyisakan masalah alam buat propinsi ini.
Saya adalah orang berdarah batak yang lahir di tanah dayak, tepatnya di kota Palangka Raya ibukota Propinsi Kalimantan Tengah,saya merasa Kalimantan Tengah adalah kampung saya yang tercinta,karena hingga kini saya tetap berada di Kalimatan Tengah tanpa berpikir untuk pindah dari Kalimantan Tengah.Mengapa saya menyebutkan Kalimantan Tengah pembangunannya terabaikan,saya melihat lajunya pembangunan Kalimatan Tengah ini baru dimulai 3 (Tiga) tahun yang lalu, Hubungan antar daerah di Kalimantan tengah yang masih terisolasi saat ini mulai terbuka,pergerakan ekonomi mulai terlihat jelas,gedung-gedung bertingkat mulai dilakukan oleh para Investor-investor luar kalteng (walaupun ini Bukan jaminan sebuah daerah dapat dikatakan berkembang) tapi ini adalah salah satu indikasi berjalannya pembangunan.
Kalimantan Tengah yang kaya akan hasil hutan nya pada tahun 80 an sampai akhir tahun 90 an hanyalah sebuah propinsi di mana tempat para pengusaha untuk memperoleh penghasilan dari berbisnis kayu kalteng,kehidupan masyarakatnya tidak terlalu banyak berubah,pengusaha-pengusaha yang ada hanya mengambil hasil hutan lalu membawa peredaran uangnya ke luar kateng dan saya rasa ini cukup ironis. Dalam 3 (Tiga) tahun terakhir ini semua itu telah agak terlihat berubah,pemerintah daerah berkomitment membangun Kalteng dengan terlebih dahulu membuka ke terisolasian antar daerah dengan membangun infrastruktur lebih dulu,saat ini investor luar sudah mulai melihat kalteng dengan kelebihan luas wilayahnya untuk membuat perkebunan Kelapa Sawit,Karet,dan pertambangan baik Batu Bara,Biji Besi atau Emas,sedikit banyak ini akan membantu untuk perkembangan Kalimantan Tengah.Mungkin banyak yang tidak setuju dengan tulisan saya ini karena disini saya menyatakan bahwa dengan bertambah nya sector usaha di Kalimantan Tengah (sawit dan tambang) akan membantu Kalimantan Tengah mengejar ketertinggalan pembangunannya dari daerah lain,tapi harus kita akui bahwa memang ini adalah salah satu indikasi yang akan membantu perkembangan pembangunan dan tentunya tetap akan ada konsekwensi negative lainnya yang megikuti terutama untuk pengaruh negative ke tingkat social dan alam Kalimantan Tengah.
Tersisihnya nilai-nilai social yang ada di Kalimatan Tengah akan sangat pasti terjadi oleh pembangunan perkebunan besar-besaran ini,akan ada perubahan atas segala hak-hak yang harusnya menjadi hak milik warga sesuai dengan undang-undang di Negara kita pasal 33 yang intinya bahwa masyarakat Indonesia paling berhak merasakan hasil dari kekayaan alam Indonesia (itu menurut saya).Saya percaya pemerintah kalteng dapat memberikan nilai positif atas berkembangnya pembangunan di Kalimatan Tengah,pergeseran nilai sosial ke sebuah nilai negative atas perkembangan ini akan di minimalisasi,agar nilai-nilai social masyarakat Kalimantan tengah tetap berada di posisi nya dan selalu terjaga,saya rasa kita telah belajar banyak atas kegiatan project yang besar di Kalimantan Tengah yang telah gagal,oleh karena itu perlu semua lapisan untuk bertanggug jawab atas perkembangan pembangunan,Kalimantan Tengah ingin Maju….itu Tugas Kita Semua…. Bukan hanya tugas pemerintah….. Suksesi pembangunan Kalimatan Tengah dengan berlandaskan asas social masyarakat bumi Isen Mulang.







Discussion Area - Leave a Comment