KELANGKAAN GAS SETELAH MINYAK
MINYAK DAN GAS…..YANG MANA UNTUK RAKYAT
(Minyak Dibatasi Harga Gas Melonjak)
Konversi minyak tanah ke Gas adalah salah satu cara pemerintah mengurangi subsidi,bahkan pemerintah berani mengklaim jika masyarakat menggunakan gas tentunya akan lebih mengiritkan pengeluaran masyarakat.hal itu sempat benar terjadi,namun dalam 1 minggu terakhir ini diberbagai media memberitakan bahwa harga gas mengalami kenaikan…bahkan lebih parahnya lagi harga Gas naik Dibarengi oleh kelangkaan….mengapa begini selalu terjadi di Negara kita ini ?
Aneh tapi nyata itulah yang terjadi di Negara kita ini,setiap harga barang naik tentu dibarengi oleh kelangkaan. SEDIH dan BINGUNG ini yang pantas ditempat negeri tercinta ini,hidup di negeri tercinta ini bagai hidup yang selalu terkena kontak aliran listrik….maksud saya coba anda lihat ke belakang masyarakat selalu di kagetkan dengan segala macam keadaan, setiap hari kita kaget (terkejut) akan perubahan yang terjadi,seperti disengat listrik…hehehehehe
Saya hdup di Palangka Raya ibukota Kalimantan Tengah,harga Gas 12 Kg ditingkat pengecer rata-rata 100.000-110.000,- harga yang cukup fantastis,buat saya pribadi ini cukup mahal karena tadinya semenjak 1 tahun lalu saya memakai gas ditingkat pengecer hanya Rp.85.0000.melihat dari kejadian ini berarti gas mengalami kenaikan 15-20%,dimana letak tanggung jawab pemerintah dan pertamina yang mengontrol harga pasar, alasan kenaikan disebabkan karena biaya transportasi yang juga mengalami kenaikan,apakah ini sudah tidak dipikirkan pemerintah,bahwa kenaikan BBM akan memicu kenaikan harga disegala sector.
Saya hanya berharap pemerintah lebih bijak melihat kebawah,kenaikan minyak dunia selalu jadi alasan yang paling ampuh untuk menghindar dari tanggung jawab kenaikan harga BBM,apakah sudah benar menghitung subsidi yang diberi ke masyarakat,coba hitung kembali penggunaan minyak oleh masyarakat dengan minyak yang dihasilkan oleh Negara kita.
Mungkin diantara anda semua ada yang marah dengan saya tentang pernyataan saya ini, Saya Setuju dengan kenaikan harga BBM, ini karena subsidi yang terlalu besar, ini kalau pemerintah benar-benar menghitungnya, tapi saya sendiri masih agak ragu dengan perhitungan pemerintah,coba pemerintah terbuka kemasyarakat sebenarnya berapa barel BBM yang bisa dihasilkan oleh Negara kita sendiri dan berapa besar konsumsi minyak masyarakat, jangan hanya selalu menyebutkan nilai subsidi saja,ini agar masyarakat mengerti dan memahami keadaan Negara,harusnya pemerintah cari terobosan yang memihak ke masyarakat kecil,masyarakat saya rasa tidak perlu menerima uang bagian dari kompensasi kenaikan BBM, tapi pemerintah harusnya membuat kebijakan yang berakar pada pengembangan ekonomi kerakyatan,jangan bagi-bagi uang,terus terang saya tidak suka dengan iklan masyarakat yang ditayangkan di Televisi tentang senaangnya mendapatkan BLT,ini adalah kesalahan,atau pemerintah mencoba mencuci otak masyarakat dengan menampilkan bahwa masyarakat senang dengan adanya BLT,jadi seakan pemerintah telah berhasil membantu masyarakat,signifikankah ini atas menurunnya masyarakat miskin? Saya rasa tidak.